Taman Wisata Selecta di Kota Batu



villahomestaybatu.com. Kota Batu. Budi Ningsih girang bukan kepalang. Wanita yang berasal dari Desa Kepatihan, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, itu baru satu kali mengunjungi Taman Wisata Selecta di Kota Batu. Matanya berbinar saat menyaksikan beragam jenis tanaman bunga yang indah. “Sepanjang hidup saya tak pernah lihat taman bunga seperti di sini,” kata Ningsih, perempuan berumur 44 tahun, kepada Tempo, akhir pekan lalu.


Ningsih datang bersama putri majikannya dalam rombongan Taman Kanak-Kanak Al-Fadholi, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Ningsih sibuk memantau putri majikannya bermain di taman bunga, lalu ke taman air bersama murid Al-Fadholi lainnya.

Hari makin siang pengunjung pun kian banyak berdatangan. Mereka didominasi keluarga dan pasangan muda. Sebelum Selecta makin dipadati pengunjung, Ningsih dan rombongan murid Al-Fadholi kembali pulang. 

Taman Wisata Selecta memang lebih cocok untuk wisata keluarga. Taman bunga merupakan salah satu obyek yang paling diandalkan pengelola Selecta selain obyek lain, seperti area outbound dan flying fox, goa singa, kolam renang, taman air, “perahu” bebek, kora-kora, dan area berkuda bagi anak-anak. Selecta juga menyuguhkan wisata kuliner. 

Di hari tertentu, tergantung musim, pengunjung bisa menikmati pemandangan kebun apel dan sayur-sayuran.

Asisten Manajer Taman Wisata Selecta, Sutrisno, mengatakan sejak berdiri Selecta memang lebih dikenal dengan penginapan dan taman bunga. Kini fasilitas ditambah hingga makin beragam. “Tapi tetap saja taman bunga yang paling diminati pengunjung. Biasanya digunakan sebagai tempat berfoto,” ujar Sutrisno kepada Tempo, Selasa, 19 Juni 2012.

Taman bunga Selecta didominasi bunga kana, terutama yang berwarna merah, kuning, dan pink. Terhampar pula bunga krisan, pancawarna (ajisai, dalam bahasa Jepang). Semua bunga tertata rapi dalam satu area seluas hampir satu hektare. Sepintas dilihat, bolehlah taman bunga Selecta disebut mirip taman bunga Keukenhof di selatan Belanda. Bedanya, Keukenhof dikenal sebagai taman bunga tulip, yang jadi maskot negeri Kincir Angin tersebut. 

Jumlah pengunjung Selecta, terutama pada akhir pekan dan masa liburan rata-rata mencapai 5.000 orang per hari. Banyak pula di antara pengunjung adalah turis asing, banyakan dari Belanda, Singapura, Taiwan, Malaysia, Korea, dan Jepang. Lonjakan jumlah pengunjung biasanya terjadi di hari libur keagamaan, khususnya di hari ketujuh libur Lebaran yang bisa melebihi 10 ribu orang per hari. 

Kendati Selecta sudah begitu terkenal, pengelola taman tak menaikkan tiket masuk, termasuk menjelang liburan anak sekolah mulai 25 Juni sampai 8 Juli nanti. Rencana kenaikkan bahan bakar minyak pun tak mempengaruhi kebijakan manajemen untuk mempertahankan harga tiket. Seingat Sutrisno, sudah lima tahun terakhir tiket masuk Selecta bertahan di harga Rp 15.200 per orang. 

Bagi rombongan pengunjung mendapat diskon harga. Rombongan dengan minimal 30 orang didiskon Rp 2.500 atau Rp 12.700 per orang. Ini belum termasuk tiket parkir. Parkir bus Rp 6.000, mobil pribadi Rp 5.000, dan sepeda motor Rp 2.000 per kendaraan. 

Menurut Sutrisno, manajemen sengaja mempertahankan harga tiket yang lebih murah dibanding dengan obyek wisata lain di Kota Batu agar Selecta tetap disukai pengunjung. ”Anda silakan cek harga tiket masuk di obyek wisata lain yang ada di Batu. Mungkin harga tiket masuk kami termasuk termurah di Jawa Timur. Harga murah ini semata sebagai strategi bersaing dengan kompetitor lain,” ucap Sutrisno. 

Dengan harga tiket masuk yang murah, pengunjung bisa langsung menikmati fasilitas kolam renang, taman air Kamandanu, dan water boom. Namun, fasilitas permainan lain berbayar. Untuk menikmati flying fox, misalnya, pengunjung dikenai Rp 20 ribu per orang. Menunggang kuda untuk anak-anak berusia lima tahun ke atas Rp 10 ribu. “Perahu” bebek air Rp 15.000 per orang. 

Pengunjung yang menginap di Hotel Selecta mendapat fasilitas tiket masuk ke taman wisata tadi. Harga per kamar bervariasi dengan harga termurah Rp 300 ribu. Fasilitas aula di Hotel Selecta sering disewa sebagai tempat pertemuan organisasi masyarakat dan instansi pemerintah. 

Bukan hanya harga tiket masuk yang murah saja yang menguntungkan pengunjung. Menurut Sutrisno, nyaris tanpa disadari, sesungguhnya pengunjung mendapat bonus berupa pengetahuan sejarah. Selecta merupakan pelopor taman wisata pertama di Jawa Timur. 

Selecta berada di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Taman Wisata Selecta terhampar seluas 18 hektare di ketinggian sekitar 1.150 meter dari permukaan laut. Dikelilingi Gunung Panderman, Gunung Arjuno, Gunung Welirang, dan Gunung Anjasmoro, keindahan Selecta kian mempesona. 

Selecta juga memiliki nilai sejarah. Dibangun oleh warga Belanda bernama De Ruyter De Wildt sepanjang 1920-1928 sebagai tempat tetirah bagi para pembesar birokrasi dan warga Belanda hingga masa revolusi kemerdekaan.

Pada 1949 Selecta dibumihanguskan oleh pejuang Indonesia. Namun 1950 Selecta dibangun kembali oleh 47 orang pendiri. Mereka juga membentuk perseroan terbatas untuk mengelolanya.

Dalam kurun 1952-1955, Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Muhammad Hatta sering beristirahat di Selecta. Beberapa keputusan penting kenegaraan pun diputuskan di sana. 

Selecta berlokasi di utara Kota Batu, dengan terpaut jarak sekitar 4 kilometer, atau berjarak sekitar 25 kilometer dari pusat kota Malang. Pengunjung dari Surabaya harus menempuh 3 jam sampai 3,5 jam perjalanan darat ke selatan sejauh sekitar 118 kilometer. 

Jalan aspal ke Selecta dalam kondisi sangat bagus. Pengunjung diingatkan untuk tetap berhati-hati karena kontur jalan naik-turun dan berkelok. Setelah itu, silakan sepuas-puasnya menghirup udara segar dan memandang keindahan bunga di Selecta.

Subscribe to receive free email updates: